Friday, June 21, 2013

Tjap 3 Djari kelas IPA 1

Senin Kalau gak ketemu P budi,
silakan ke bu Yanu ya?.........................
Bravo SMANAWA

Sunday, June 16, 2013

TJAP 3 DJARI

Diberitahukan kepada seluruh siswa IPS dan Bahasa untuk mulai TJAP 3 DJARI ijazah
mulai senin 17 Juni 2013 (khusus kelas IPS 4)
sedang kelas lain Bahasa dan IPS lain mulai besok selasa 18 Juni 2013 ke penulis ijazah masing masing.
 Hot NEWS.............
ijazah IPA HARI INI BARU TIBA DI SMANAWA......

Thursday, June 13, 2013

Tjap tiga Djari SMAN 9 Malang th 2013

Pejuang SMANAWA th pelajara 2012/2013 yang telah lulus saya beritahukan kembali bahwa  :
pada hari ini jumat 14 Juni 2013 format ijazah kelas BAHASA dan IPS akan didistribusikan ke penulis ijazah, silakan untuk kelas tersebut menghubungi penulisnya guna "TJAP TIGA DJARI".
sedang anak anak IPA..................... sabar dulu ya ? Ijazah anda belum keluar dari Surabaya karena ada "kesalahan cetak dari percetakan" (klo gak salah yang nyetak Peruri?).
sehingga kesimpulannya anak anak IPA mohon bersabar (sering sering lihat Blognya pak budi yach ?)
Adapun penulis ijazah yang nantinya anda hubungi adalah :
  1. Kelas Bahasa  Bu Wahyu Matematika  
  2. Kelas IPS 1     Ibu Vini  BP
  3. Kelas IPS 2     Pak Heru Sutrisno Seni
  4. Kelas IPS 3     Bu Lilik BP
  5. Kelas IPS 4     Harusnya Pak Heru Rusmanto namun diganti pak Budi Putranto
  6. Kelas IPA 1     Pak Budi Sket-tjap
  7. Kelas IPA 2     Bu Ambar Kimia
  8. Kelas IPA 3     Bu As Bio
  9. Kelas IPA 4     Bu Anik Bahasa
Paling kelas Bahasa dan IPS tjap tiga djarinya paling cepat hari senin 17 Juni 2013 awan awan ya datengnya
Bravo Smanawa

IJAZAH 2013 SMAN 9 Malang

Diberitahukan kepada seluruh siswa yang telah dinyatakan lulus pada th ajaran 2012/2013 bahwa:
pada tanggal 13 Juni 2013 format ijazah telah diambil di Diknas Kota Malang, namun baru format ijazah untuk kelas bahasa dan ips saja.
keterangan dari Diknas Kota Malang untuk program IPA menyatakan bahwa Format ijazah program IPA belum dibagi dari Surabaya dikarenakan ada kesalahan cetak dari percetakan sehingga format ijazah belum dapat diterimakan ke Diknas Kota Malang.
sing sabar yo ker.....sepertinya se Jatim ada trouble dari percetakan
Bravo SMANAWA.....

Sunday, June 9, 2013

Satpam SMA Negeri 9 telah Berpulang Ke Rahmattullah

Inalillahi Wainalilahi Rojiun

Inilah doa Baginda Nabi Muhammad saw ketika meninggalnya sahabat Abu Salamah r.a:
Wahai Allah, ampunilah Abu Salamah, naikkanlah darjatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya.

Wahai Allah, ampunilah sahabat kami Bp Supriyadi, naikkanlah derajatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya. Amien Ya rabbal alamin




Inalillahi Wainalilahi Rojiun..
Kami dari keluarga besar SMA Negeri 9 Malang
Mengucapkan
Turut Berduka cita atas meninggalnya Bapak Supriyadi
Semoga Almarhum Bapak Supriyadi diberikan terang jalanya luas kuburnya serta mendapatkan tempat yang sempurna di ampuni segala Dosa-dosanya di semasa hidupnya Oleh Allah ta'ala .
Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan keihklasan lahir batin semua keluarga yang sudah di tinggalkanya .
Aminn..

Selamat jalan sahabat......
Terima kasih untuk semua yang telah kau ukir dalam canda tawa kita......

Keluarga besar SMA Negeri 9 Malang Ikut berduka cita

Thursday, June 6, 2013

PPDB Kota Malang, tinjauan Kurikulum 2013

Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Nomor  776/D2/DM/2013 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Tahun 2013, diantaranya menyatakan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada satuan pendidikan perlu mempertimbangkan:


  1. Seleksi calon peserta didik baru kelas X (sepuluh) SMA dilakukan berdasarkan data SKHUN atau Nilai Akhir pada Program Paket B, nilai raport sekolah/madrasah, hasil test akademik seleksi PPDB, data bakat olah raga, bakat seni, prestasi di bidang akademik, dan prestasi lain yang diakui sekolah/madrasah, dan usia calon peserta didik baru.
  2.  Seleksi calon peserta didik di setiap satuan pendidikan hendaknya tidak hanya berdasarkan prestasi, tetapi juga pemerataan, pembukaan akses seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar; maka dalam proses pendaftaran (PPDB) siswa diberi peluang memilih 2 sekolah, salah satu sekolah berada di wilayah asal SMP/MTs atau jarak tempat tinggal ke sekolah terdekat. 
  3. Proses peminatan siswa akan dilakukan pada kelas X (sepuluh) semester pertama sehingga satuan pendidikan wajib secara proaktif melakukan sosialisasi dan penelusuran potensi akademik dan non akademik pada tingkatan kelas/sekolah sebelumnya.
  4. Dalam proses peminatan perlu mempertimbangkan kemampuan peserta didik dan kapasitas sekolah (sarana, SDM, dan lain-lain).
Secara substansi menunjukkan bahwa pada  PPDB 2013 untuk SMA terdapat perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan pada PPDB sebelumnya disebabkan karena begitu hendak masuk di kelas X, calon peserta didik sudah dihadapkan pada pilihan peminatan. Konsekuensi umum yang terjadi di masyarakat adalah bahwa mereka mengalami kebingungan dan kecenderungan memilih pada salah satu peminatan favorit ( misalnya peminatan IPA dan Matematika ) yang fleksibel untuk dapat meneruskan ke perguruan tinggi.
Banyak  sekolah Negeri yang saat ini mengalami kebingungan dalam menentukan mekanisme PPDB 2013 karena umunya anak-anak yang masuk di SMA Negeri sudah memiliki bekal nilai yang cukup tinggi. Di Yogyakarta dan beberapa daerah lain yang sudah menerapkan PPDB On Line menunjukkan bahwa rata-rata sekolah negeri menjadi favorit di masyarakat. Dengan demikian perlu banyak pertimbangan dalam implementasinya di lapangan, misalnya :
  1. Rata – rata minat Peserta didik di SMA Negeri di perkotaan adalah program IPA, sehingga sangat dimungkinkan terjadi dilema dalam penempatan siswa kelas X. Ada kemungkinan peserta didik mengundurkan diri dari satuan pendidikan karena ternyata tidak masuk pada peminatan yang diinginkan dan pindah ke sekolah lain serta menimbulkan permasalahan tersendiri antara masyarakat dan sekolah
  2.  Untuk melakukan penelusuran minat dan bakat sangat penting dilakukan tes potensi akademik sebelum calon Peserta Didik di masukkan dalam peminatan tertentu dan ini umumnya dapat dilakukan oleh satuan pendidikan. Dalam pelaksanaanya, proses ini sangat rawan terhadap interfensi pihak-pihak lain serta dapat membuka kerawanan terhadap validitas hasil akibat akibat ketidak profesionalan pelaksanaan dan abai hukum. Selain itu perlu pembiayaan tambahan yang dapat membebani sekolah.
  3. Sistem Penerimaan Mahasiswa di Perguruan Tinggi sampai saat ini masih memungkinankan semua program bias mendaftar di Perguruan Tinggi, misalnya siswa lulusan program IPA dapat mendaftar di fakultas Bahasa, ekonomi maupun lainnya yang seharusnya diperuntukkan bagi lulusan SMA yang sesuai program. Hal ini menyebabkan pengkondisian bahwa siswa cenderung ingin masuk IPA karena akses masuk perguruan tinggi lebih banyak dibandingkan program lainnya. Akibat yang timbul menyebabkan bahwa dalam PPDB di SMA yang dianggap favorit, akan didominasi siswa yang relative di atas rata-rata yang memiliki kecenderungan ingin masuk ke pemintanan tertentu, sedangkan di SMA tidak  hanya membuka 1 peminatan karena pertimbangan ketersediaan pendidik.
Hal-hal diatas merupakan sebagian problem yang mungkin dihadapi oleh satuan pendidikan SMA dalam PPDB 2013, masih banyak kendala lain yang dapat terjadi seperti ketersediaan tenaga pendidik pada satuan pendidikan, sebaran jam mengajar guru dan lainnya. Dengan demikian perlu adanya solusi yang tepat dan cermat agar permasalahan ini tidak berkembang.
Beberapa solusi yang dapat dijadikan pertimbangan dalam implementasi kurikulum 2013 adalah dapat dilakukan melakukan pemetaan sekolah, dialog antara pengelola SMA dengan perguruan tinggi, penataan pendidik dan pengembangan mekanisme PPDB 2013.
 
1. Pemetaan Sekolah
Pemetaan sekolah dilakukan guna mengetahui sumber sumber daya yang ada di sekolah, kondisi lingkungan dan  masyarakat di sekitar sekolah, kondisi pendidik dan rangking sekolah terhadap sekolah lain. Pemetaan ini dimaksudkan untuk menentukan jenis peminatan yang dapat dilaksanakan oleh sekolah dan perbandingan peminatan yang tersedia
 
2. Penataan Pendidik.
Dalam implementasi kurikulum 2013 di SMA, dimungkinkan adanya beberapa pendidik yang tidak memperoleh jam mengajar karena tidak tersedianya mata pelajaran atau kekurangan jam yang berimbas pada tunjangan profesi. Penataan guru dapat dilaksanakan jika sudah ada pemetaan sekolah. Berdasarkan pemetaan kondisi pendidik pada satuan pendidikan maka akan memudakan penyebaran tenaga pendidik pada satuan pendidikan tertentu yang telah dipetakan jenis peminatan dan perbandingan peminatannya
 
3. Pengembangan Mekanisme PPDB 2013
Pada mekanisme PPDB online sebelumnya, pertimbangan utama seleksi berdasarkan nilai Nilai Gabungan (NG) = 0,3 (rata rata nilai raport sem 1, 2, 3, 4, 5 mata pelajaran yang di UN kan) + 0,7 UN SMP;
dan kuota sekolah. Dalam system ini calon Peserta Didik Baru dimungkinkan mendaftar lebih dari satu sekolah dan disaring melalui system on linedalam satu rayon .  Mekanisme ini masih dapat diterapkan di PPDB SMA tahun 2013 dengan prosedur seleksi tambahan yaitu pilihan peminatan.
Sebagai contoh, suatu sekolah berdasarkan hasil pemetaan dapat membuka 2 peminatan, yaitu Matematika dan IPA sebanyak 5 kelas serta Ilmu Sosial sebanyak 3 Kelas. Dinas Pendidikan dapat menentukan sistim saringan tambahan yaitu selain Nilai UN juga berdasarkan Nilai Matematika dan IPA. Dengan demikian apabila seseorang memiliki nilai UN sama, tetapi nilai Matematika dan IPA berbeda, maka nilai rata rata IPA dan matematika yang lebih tinggi dianggap memiliki rangking yang lebih tinggi untuk peminatan IPA.
Mekanisme dalam PPDB 2013 dapat dikembangkan dengan model ofline asalkan dalam proses seleksi ini betul-betul transparan sehingga masyarakat dapat percaya terhadap proses yang dilakukan.
 
4. Pengembangan SPMB tahun 2016
Jika kurikulum 2013 sudah diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014, maka peserta didik yang pembelajarannya menggunakan kurikulum 2013 akan lulus pada tahun ajaran 2015/2016. Dengan demikian perlu juga pengembangan system kuota yang memungkinkan peserta didik dari semua peminatan terakomodasi masuk PTN, baik kuota daerah maupun Nasional.
 
dengan bertambahnya PAGU yang diberikan untuk tingkat SMA maka berkaitan dengan sebaran NUN Kota Malang banyak hal juga yang hal yang harus dipertimbangkan oleh PDB. antara lain  :
  • Peghitungan Nilai Gabungan
  • Rayon
  • Pagu
  • Peminatan
dan masih banyak hal yang harus disiapkan dengan matang berkaitan dengan sistim PPDB dalam Penerapan Kurikulum 2013 di SMA agar tidak menimbulkan permasalahan. Pemerintah daerah harus mampu mengembangkan system PPDB yang transparan dengan pengaturan yang konsisten dan terencana. Dan Sistem PPDB yang mengembangkan sistim kuota di sekolah harus benar-benar berdasarkan pertimbangan yang masuk akal dan secara akademik tidak dapat dibantah. Kita semua berharap bahwa persoalan awal berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 dapat diselesaikan dengan baik oleh daerah maupun pusat

Wednesday, May 29, 2013

RANGKING TIDAK BERPENGARUH PADA SNMPTN

MALANG - Memilih program studi (Prodi) di perguruan tinggi, butuh strategi. Jika tidak, siswa yang nilai rapornya bagus atau nilai ujian nasional (UN) nya tinggi, bisa jadi tidak lolos ke perguruan tinggi pilihannya.
‘’Setiap prodi punya passing grade dan peminat yang beragam. Jadi harus pasang strategi urutan pilihan saat mendaftar di perguruan tinggi,’’ ungkap Pembantu Rektor 1 UB, Prof Dr Ir Bambang Suharto kepada Malang Post.
Bambang menjelaskan, urutan pilihan saat mendaftar juga menjadi pertimbangan penting. Sebab bisa jadi siswa yang nilainya biasa saja tapi karena memilih UB pada pilihan pertama berpeluang diterima dibandingkan siswa dengan nilai tinggi tapi menempatkan UB pada pilihan kedua.
Sebab tahun ini saja, pada jalur undangan atau seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang diumumkan kemarin, UB hanya menyeleksi siswa di pilihan pertama saja.
‘’Kami sudah tidak melihat lagi pendaftar pilihan kedua di UB, karena pendaftar pilihan pertama saja sudah melebihi kuota,’’ ujarnya.
Tahun ini di jalur SNMPTN, UB menerima sekitar 7.700 mahasiswa. Mereka tersaring dari 71 ribu pelamar yang memilih UB. Jumlah peminat UB melalui jalur SNMPTN ini menduduki peringkat ketiga setelah Universitas Padjadjaran (75.000) dan Universitas Gadjah Mada (72.000).
Mereka berasal dari sekitar 2.000 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. SMA tersebut terseleksi dari 4.000 sekolah yang masuk ke UB.
Sebaran jumlah ini merata dari Aceh sampai Papua. ‘’Kita memang memiliki kepentingan agar mahasiswa dan alumni UB bisa tersebar merata ke seluruh Indonesia. Jika penilaian hanya berdasar nilai saja, maka khawatirnya hanya siswa dari Jawa saja yang akan diterima,’’ tambahnya.
Penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN kali ini dikoordinir langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).
Melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia bisa mengakses data kandidat pelamar yang memilihnya, untuk kemudian diseleksi. Semua data baik akademik maupun non akademik bisa diakses di PDSS ini.
Dengan model penerimaan menggunakan PDSS yang dimulai pada 2013 ini, seluruh SMA di Indonesia bisa memasukkan siswanya baik sekolah tersebut terakreditasi ataupun tidak.
Hal ini berbeda dengan 2012, dimana hanya sekolah yang terakreditasi A dan B saja yang bisa mengikuti jalur PSB. Model seperti ini menurut Bambang sarat kepentingan dan bisa mengurangi obyektifitas data yang masuk PDSS.
‘’Bisa saja orang tua siswa dan guru memanipulasi agar nilai rapor siswa bagus karena memang seleksi hanya berdasar nilai rapor,’’ kata Bambang.
Karena itulah UB menjadwalkan verifikasi pada pendaftaran ulang yang akan diselenggarakan pada tanggal 18-19 Juni nanti. Seluruh pelamar diminta membawa berkas asli dan tidak boleh salinannya saja.
Kepala SMAN 4, Tri Suharno mengakui ada satu siswanya yang pandai dan memiliki rangking bagus di sekolah tapi tidak diterima di jalur undangan FK UB. Sementara ada siswa lain yang rangkingnya masih dibawahnya ternyata lolos FK UB. Menurutnya hal itu mungkin saja terjadi karena siswa yang bersangkutan salah strategi dalam memilih.
‘’Mungkin juga ada komponen nilai yang tidak memenuhi passing grade di Kedokteran UB sehingga siswa kami yang selalu rangking di sekolah tidak diterima di FK UB,’’ bebernya.
Dikutip dari malang Post 30 Mei 2013

Thursday, December 29, 2011

Alangkah indahnya bila SMA 9 Malang bisa e-learning

Hari ini aku punya keinginan yang mungkin agak muluk...
aku pengen punya "tablet" !!!!!!!!
buat apa ?
Era pendidikan paperless (tanpa kertas) ternyata datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Menggunakan tablet untuk menggantikan buku pelajaran mulai dilakukan oleh berbagai kampus dan sekolah.

Sejak awal 2010,Seton Hill University,George Fox University, dan Abilene Christian University di Amerika Serikat memberikan iPad gratis kepada ribuan mahasiswanya dengan harapan dapat merevolusi dunia pendidikan. Mereka bereksperimen bagaimana tablet dapat mengubah pembelajaran dalam kelas.Tidak ada lagi kertas maupun buku teks tradisional yang tebal dan berat-berat itu.

Semua dokumen disimpan di tablet dan cloud. ”Textbook yang dibawabawa siswa di tas ransel mereka adalah masa lalu,”ujar Mary Ann Gawelek,VP academic Affairs di Seton Hill.iPad menjadi mobile learning device, alat pembelajaran yang bisa dibawa-bawa oleh mahasiswa ke mana saja.

Murid akan memadunya dengan laptop yang mungkin digunakan untuk melakukan tugas-tugas produktif seperti membuat makalah. ”Kami berharap bisa menyediakan lingkungan belajar yang lebih baik.Antara lain menyediakan berbagai bukubuku diktat digital (e-book) yang harganya jauh lebih murah,”katanya.

Setelah memiliki tablet, siswa bisa mengakses 10.000 judul e-textbook lewat perusahaan bernama CourseSmart. Sistemnya tidak beli melainkan sewa.Mereka membayar jumlah tertentu untuk bisa membaca buku tersebut dalam waktu terbatas,misalnya 3 bulan atau satu semester. Tak hanya di lingkungan kampus,awal tahun ini sekolah-sekolah di Amerika kini mulai mengganti buku pelajaran untuk siswa dengan iPad.

Contohnya adalah SMA Brookfield di Hartford dan SMA Burlington di Boston. Menurut catatan Apple, setidaknya ada 600 sekolah yang kini memiliki program yang disebut one-to-one. Artinya dalam satu sekolah setidaknya ada satu kelas yang seluruh siswanya menggunakan iPad selama proses belajar mengajar berlangsung.

Kepala Sekolah Burlington High Patrick Larkin mengatakan bahwa investasi sebesar Rp4,7 juta untuk sebuah iPad adalah bentuk investasi jangka panjang. Maksudnya,siswa tidak perlu lagi membeli buku diktat yang jumlahnya banyak dan mahal.Ternyata jumlah pengeluaran setiap siswa Burlington High per tahunnya untuk membeli buku diktat hampir sama dengan harga sebuah iPad.

Dan,bukan berarti proses pembelajaran akan meniadakan buku diktat sama sekali. Buku-buku tersebut tetap digunakan sebagai pendamping, utamanya judul-judul yang belum tersedia versi elektronik atau digitalnya. Para pendidik di Amerika juga menganggap komputer tablet memberikan kesempatan luar biasa bagi siswa dalam belajar.

Misalnya menggunakan program interaktif untuk memecahkan soal matematika. Siswa juga bisa langsung mengirim pekerjaan rumah dan tugas ke gurunya.Atau melihat langsung video soal kejadian-kejadian penting dalam sejarah untuk mempermudah pemahaman. Ternyata,era baru pendidikan paperless ini sampai juga di Indonesia.Ini yang terjadi di Universitas Krida Wacana (Ukrida) Jakarta.

Sejak pertengahan Desember silam,mahasiswa tidak lagi membawa buku,namun menenteng-nenteng tablet ramping Motorola Xoom ke dalam kelas. Tablet dengan sistem operasi Android 3.2 Honeycomb itu menjadi satu-satunya perangkat untuk mengakses semua materi kuliah di universitas tersebut.Melalui inisiatif E-Learning ini,Ukrida menjadi salah satu institusi pendidikan lanjutan pertama yang merintis pendidikan tanpa kertas.

Tujuan program ini adalah menggunakan Motorola Xoom sebagai perangkat utama interaksi antara staf akademis dan para mahasiswa,serta memprioritaskannya melebihi komputer pribadi. Para mahasiswa dan dosen akan menggunakan Motorola Xoom untuk tugas-tugas yang biasanya menggunakan komputer seperti mengirim surel, menjelajahi internet,membuat atau mengedit dokumen, spreadsheet atau presentasi, serta untuk evaluasi ujian.

Ke depannya,bahkan Xoom akan digunakan dalam seluruh proses belajar mengajar di Ukrida. “Kami ingin menciptakan konsep belajar baru,yang dikenal dengan E-Learning,” ujar Rektor Ukrida Aristarchus Sukarto.

”Pada masa depan, mahasiswa tidak perlu lagi membeli buku pelajaran, atau bekerja melalui komputer, cukup dengan mengunduh semua materi ke dalam tablet mereka,”tambahnya.
trus apa gak mungkin di SMA Negeri 9 Malang mencontoh yang terbaik?
hahahahahahhaahahaa

Wednesday, December 7, 2011

UAS SMAN 9 HARI KE 4

Pagi hari ini UAS di SMAN 9 berlangsung kurang siap
diantaranya adalah:
  1. kunci belum dimasukkan dalam map sehingga siswa peserta dan pengawas tidak bisa masuk ruang uji.
  2. banyak pengawas berhalangan
  3. ljk ada yang belum dimasukkan ke map
semoga ini bisa jadi masukan untuk pelaksanaan kegiatan ulangan/ ujian yang akan dilaksanakan mendatang

Monday, December 5, 2011

TPP

TPP Cair, Guru Dapat Rp9 Juta
Tuesday, 06 December 2011 (harian seputar Indonesia)
SURABAYA – Kabar gembira untuk guru-guru di Jawa Timur. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menginformasikan tunjangan profesi pendidik (TPP) akan cair 15 Desember 2011.


Kepastian ini diperoleh dari informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dengan kabar ini,Dindik diminta menyosialisasikan kepada seluruh guru yang sudah melakukan sertifikasi. Dana yang cair tiap enam bulan akan segera dinikmati. ”Mudah-mudahan pencairan tidak sampai 15 Desember. Semua sudah siap secara keseluruhan,” kata Kepala Bidang Ketenagaan Dindik Jatim Nur Srimastutik,kemarin.

Dindik telah memproses pencairan TPP.Mereka sedang menyempurnakan administrasi di masing-masing penerima, misalnya penyesuaian golongan. Tunjangan yang diserahkan rapel enam bulan sekali itu besarannya sesuai golongan. Rata- rata guru akan menerima uang Rp9 juta bahkan ada yang Rp20 juta. Pencairan kali ini merupakan priode Juli-Desember, sedangkan periode pertama sudah dicairkan sesuai ketentuan. ”Kami berharap guru-guru bisa bersabar dulu, nanti pasti akan ditransfer melalui rekening masing-masing,”ujarnya.

Meski pemerintah siap mencairkan TPP,namun masih banyak guru belum menerima. Data sementara, jumlah guru yang belum menerima mencapai 100 orang. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena guru-guru tersebut sudah masuk sertifikasi 2010.Para guru tersebut rata-rata guru TK dan PAUD. Kabid Ketenagaan Dindik Surabaya Yusuf Masruh mengakui masih banyak guru yang belum menerima TPP meski sudah memiliki SK.Mereka adalah peserta sertifikasi 2009 dan 2010. ”Ini hanya masalah administrasi. Barangkali SK dari pusat kancrit.Rata-rata memang guru PAUD dan TK. Administrasi setelah Dirjen Pendidikan Usia dini dipisah berpengaruh pada administrasi,”katanya.

Pemisahan administrasi antara guru TK dan PAUD membuat semua bingung,bukan hanya Surabaya. Dia mengungkapkan, idealnya bidang yang menangani TK dan PAUD menjadi satu supaya bisa mengontrol keberadaan kedua pendidikan non formal itu. Plt Kepala Dindik Surabaya M Taswin mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait proses pencairan dana TPP.

Pasalnya sampai saat ini belum menerima laporan dari Dindik Jatim. ”Belum tahu kapan cairnya, kita belum mendapat laporan dari provinsi,”ucapnya. arief ardliyanto

Sunday, November 27, 2011

pergantian email

email pak budi yang semula
smanawa1@yahoo.com
sekarang berubah menjadi
smanawasatu@yahoo.com
demikian untuk menjadi maklum adanya

Monday, November 21, 2011

kesalahan pada banner PGRI


Hari ini saya bermaksud mencari tema hari Guru tahun 2011,
oleh teman disarankan nyari di www.pgri.co.id
setelah ketemu alamat tersebut......Alamaaaaak..
iseng iseng ngebaca sesuatu "dibannernya" ternyata tulisan singkatan PGRInya aneh...
jadi Persatuan Guru Repulik Indonesia
sejak kapan negeri ini dari kata Republik ke Repulik?

tema hari KORPRI tahun 2011

dengan Netralitas dan Profesionalitas, KORPRI mendukung reformasi birokrasi dalam rangka optimalisasi pelayanan publik.

sumber
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4941&Itemid=55
semoga tidak hanya slogan saja........

Friday, November 4, 2011

CIPTA SMANAWA

SMANAWA SMANAWA SMANAWA
SMITA ACITYA NALAR WAGADI
MERUPAKAN DASAR SISWA DALAM HIDUP DAN BELAJAR
TUK MENJADI MANUSIA SEMPURNA
DENGAN DASAR IMAN TAQWA PADA TUHAN YANG MAHA ESA
TUNTUT ILMU DENGAN SUNGGUH
KITA SONGSONG MASA DEPAN
DEMI KEJAYAAN BANGSA NEGARA

Sunday, October 16, 2011

LOGO SMA NEGERI 9 MALANG


Iilah Logo yang mencerminkan Budaya, etos SMA Negeri 9 Malang.
Sebagai penjelasan singkat sbb:
Berawal dari keinginan memiliki logo yang dapat mencerminkan visi sekolah yaitu UNGGUL DALAM PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK DI TINGKAT GLOBAL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN BERDASAR IMAN DAN TAKWA KEPADA TUHAN YME
Logo terdiri dari lambang lambang sbb:

• Helai daun bunga melatI
• Tunas yang tumbuh diatas buku
• Buku
• Mata Pena
• Bola dunia
• Tulisan SMA Negeri 9 Malang
• Motto kata SMANAWA berarti :
o SM : SMita berarti lambang
o A : Acitya berarti ilmu pengetahuan
o NA : NAlar berarti pikiran baik
o WA : WAgadi berarti perbuatan baik

Arti harfiah dari perisai bersegi sembilan tertutup adalah membentengi (tertututupnya) diri dari sembilan lobang yang akan dimasuki nafsu lauwamah, amarah, dan supiyah.
Pelajar (buku) yang masih muda (tunas kuning dalam helaian melati) , berdedikasi (keharuman bunga melati) yang bertakwa (mata pena menghadap keatas) dengan tempat tinta berlogo bola bumi (berwawasan global), dengan dasar terkendalinya sembilan lobang dalam diri manusia yang warga SMAN 9 Malang (perisai bersisi sembilan) dan dengan tranfer ilmu yang didapat (garis pinggir berwarna emas) untuk menuju kemakmuran dalam diri (lambang hitam).
SMANAWA BERARTI LAMBANG PIKIRAN, PERBUATAN DAN ILMU PENGETAHUAN YANG BAIK BERDASAR DARI PENGEKANGAN DIRI TERHADAP KEBATILAN UNTUK MENJADIKAN YANG TERBAIK DI BUMI INI, DILANDASI DENGAN IMAN DAN TAKWA TERHADAP TUHAN YME.

inilah sebuah persembahan bentuk pengabdian sebuah profesi
BRAVO SMANAWA................

Wednesday, October 12, 2011

membuat spiral



semoga bermanfaat
BRAVO SMANAWA

Tuesday, October 4, 2011

MEMBUAT SOAL DENGAN POWERPOINT

Hari ini saya ditanya teman teman tentang pembuatan soal menggunakan powerpoint.
banyak sebetulnya kendala yang ada di tiap mata pelajaran, contohnya pada bahasa Indonesia ; Pak bagaimana kalau ada "wacana"? kan agak ribet dengan panjangnya "wacana", belum lagi dengan adanya pertanyaan : siswa sekarang gak akan bisa lagi ngerjakan soal yang mudah mudah?
lpas dari semua itu marilah kita sukseskan program paperless jawabku (dengan seenaknya)......hahahahaha)*
Bapak ibu sekalian silakan browsing ke google untuk mencari jawaban dari peranyaan semua itu. Segagai contoh saya dapat link berikut:
http://mmursyidpw.wordpress.com/2011/03/05/tutorial-membuat-latihan-soal-interaktif-dengan-powerpoint-2007/
di situ memuat video tentang cara membuat soal menggunakan powerpoint.




akhirnya .........
BRAVO SMANAWA

Monday, September 19, 2011

MENCOBA MEMBUAT LOGO SMAN 9 MALANG


Berawal dari keinginan memiliki logo yang dapat mencerminkan visi sekolah yaitu UNGGUL DALAM PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK DI TINGKAT GLOBAL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN BERDASAR IMAN DAN TAKWA KEPADA TUHAN YME
Logo terdiri dari lambang lambang sbb:
• Melati MELAMBANGKAN KEHARUMAN ILMU PENGETAHUAN
• Helai daun bunga melatI DASAR DARI MELATI
• Tunas yang tumbuh diatas buku SISWA YANG BELAJAR DI SMAN 9
• Buku ILMU PENGETAHUAN
• Mata Pena PENDIDIKAN
• Bola dunia GLOBAL
• Tulisan SMA Negeri 9 Malang
• Motto kata SMANAWA berarti :
o SM : SMita berarti lambang
o A : Acitya berarti ilmu pengetahuan
o NA : NAlar berarti pikiran baik
o WA : WAgadi berarti perbuatan baik

SMANAWA BERARTI LAMBANG PIKIRAN, PERBUATAN DAN ILMU PENGETAHUAN YANG BAIK BERDASAR DARI PENGEKANGAN DIRI TERHADAP KEBATILAN UNTUK MENJADIKAN YANG TERBAIK DI BUMI INI, DILANDASI DENGAN IMAN DAN TAKWA TERHADAP TUHAN YME.

Friday, February 18, 2011

PASSING GRADE

Passing Grade merupakan acuan tidak resmi batas nilai minimum yang harus dicapai peserta SNMPTN untuk bisa masuk ke suatu jurusan yang diminati pada sebuah PTN. Passing grade tidak bisa dijadikan patokan mutlak diterima atau tidaknya seseorang masuk PTN, namun tetap menjadi acuan bagi siswa siswi SMA/SMK untuk dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin.
Cara menghitung passing grade
Anda dapat menghitung passing grade untuk memprediksi kemampuan anda setelah anda menyelesaikan soal try out SNMPTN dan mencocokannya dengan kunci jawaban, dengan rumus berikut:

Passing Grade = (((B x 4) - (S x 1))/(JSx 4)) x 100%


Keterangan :

B = Jumlah jawaban benar
S = Jumlah jawaban salah
JS = Jumlah soal

Misalnya :

Hari pertama, Budi Putranto menjawab 25 soal SNMPTN dengan benar, 25 soal salah dan 25 soal tidak dijawab. Maka passing grade Budi Putranto pada hari pertama adalah :

(((25x4)-(25x1))/(75X4)) x 100% = 25%


Jadi passing grade Budi Putranto pada hari pertama adalah 25%

Hari kedua, Budi Putranto menjawab 20 soal SNMPTN dengan benar, 10 soal salah, dan 45 soal tidak dijawab. Maka passing grade Budi Putranto pada hari kedua adalah :

(20x4)-(10x1) x 100% = 23.3%
_____________
75x4

Jadi passing grade Budi Putranto pada hari kedua adalah 23.3%

Passing Grade Budi Putranto adalah rata-rata dari passing grade hari pertama dan passing grade hari kedua. Tepatnya sebagai berikut:

Passing Grade Total =PGH1 + PGH2
2

Keterangan :

PGH1 = Passing Grade Hari Pertama
PGH2 = Passing Grade Hari Kedua

Jadi passing grade total dari Budi Putranto adalah = (25%+23.3%)/2 = 24.15%

Perhitungan passing grade juga bisa dilakukan sekaligus, maksud saya hari pertama dan hari kedua dihitung langsung.

PG = ((B1+B2)*4) - ((S1+S2)*1) x 100
_________________________
(JS1+JS2)*4

Keterangan :

B1 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari I
B2 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari II
S1 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari I
S2 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari II
JS1 = Jumlah soal di SNMPTN hari I
JS2 = Jumlah soal di SNMPTN hari II


Anda juga dapat men - download data passing grade PTN seluruh Indonesia berekstensi .doc di link berikut.

http://www.ziddu.com/download/4627819/PASSINGGRADE.doc.html

Copy dan paste link diatas di address bar browser untuk download.

Data Passing Grade beberapa Perguruan Tinggi Negeri Seluruh Indonesia, jika ada ketidakakuratan penulisan passing grade mohon dikoreksi, tapi sebagai catatan saja, dari tahun ke tahun nilai passing grade dari setiap jurusan di PTN tidak mengalami perubahan yang signifikan. Data ini ditulis dari berbagai sumber.


PASSING GRADE TERTINGGI (50% KEATAS) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA TAHUN 2009



I. INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika - ITB (65,9%)
2. Teknik Elektro - ITB (62,5%)
3. Teknik Kimia - ITB (61,8%)
4. Teknik Industri - ITB (58,8%)
5. Farmasi - ITB (57,4%)
6. Teknik Lingkungan - ITB (54,8%)
7. Teknik Perminyakan - ITB (55,2%)
8. Teknik Fisika - ITB (55,1%)
9. Matematika - ITB (54,6%)
10. Teknik Pertambangan - ITB (54,2%)
11. Teknik Mesin - ITB (53,4%)
12. Teknik Penerbangan - ITB (52,9%)
13. Arsitektur - ITB (50,3%)
14. Teknik Planologi - ITB (50,1%)
15. Teknik Material - ITB (49,2%)
16. Kimia - ITB (49,1%)
17. Teknik Sipil - ITB (48,7)
18. Biologi - ITB (47,8%)
19. Teknik Geologi - ITB (47,8%)

II. UNIVERSITAS INDONESIA (UI)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - - UI (59,8%)
2. Teknik Elektro - - UI (58,6%)
3. Farmasi - - UI (58,4%)
4. Teknik Kimia/TGP - - UI (57,4%)
5. Teknik Industri - - UI (54%)
6. Ilmu Komputer - - UI (52,8%)
7. Teknik Mesin - UI (52%)
8. Pendidikan Dokter Gigi - UI (51,2%)
9. Teknik Metalurgi dan Material - UI (47,4%)
10. Arsitektur - UI (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UI (63,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional - UI (63,1%)
3. Manajemen - UI (61%)
4. Psikologi - UI (60,6%)
5. Ilmu Komunikasi - UI (58,3%)
6. Ekonomi Pembangunan - UI (56,4%)
7. Ilmu Hukum - UI (56,2%)
8. Sastra Inggris - UI (53,8%)
9. Ilmu Administrasi Niaga - UI (52,9%)
10. Sastra Perancis - UI (50,1%)
11. Kriminologi - UI (49,6%)
12. Ilmu Administrasi Negara - UI (49%)
13. Ilmu Politik - UI (47,8%)
14. Sastra Cina - UI (47,8%)
15. Sastra Rusia - UI (46,7%
16. Ilmu Administrasi Fiskal - UI (46,6%)
17. Ilmu Filsafat - UI (46,6%)
18. Sastra Jerman - UI (46,4%)
19. Ilmu Kesejahteraan Sosial - UI (44,9%)
20. Arkeologi - UI (44,7%)
21. Sosiologi - UI (44,5%)
22. Sastra Arab - UI (43,8%)
23. Ilmu Sejarah - UI (43,2%)
24. Antropologi Sosial - UI (42%)

III. UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UGM (59,3%)
2. Teknik Elektro - UGM (57,4%)
3. Ilmu Komputer - UGM (56,5%)
4. Teknik Kimia - UGM (54,8%)
5. Arsitektur - UGM (51,4%)
6. Teknik Mesin - UGM (51,4%)
7. Pendidikan Dokter Gigi - UGM (50%)
8. Biologi - UGM (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UGM (62,1%)
2. Psikologi - UGM (58,7%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UGM (58,5%)
4. Manajemen - UGM (57,9%)
5. Ilmu Komunikasi - UGM (57,4%)
6. Sastra Inggris - UGM (56,6%)
7. Eko. dan Studi Pembangunan - UGM (55,6%)
8. Ilmu Hukum - UGM (54,1%)
9. Ilmu Administrasi Negara - UGM (50,5%)
10. Ilmu Pemerintahan - UGM (50,4%)
11. Sastra Jepang - UGM (50%)
12. Sastra Perancis - UGM (47,1%)

IV. INSTITUT TEKNOLOGI SURABAYA (ITS)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika - ITS (59,5%)
2. Teknik Elektro - ITS (57,7%)
3. Teknik kimia - ITS (56,6%)
4. Teknik Industri - ITS (53,8%)
5. Teknik Lingkungan - ITS (52,4%)
6. Teknik Mesin - ITS (51,5%)
7. Sistem Informasi - ITS (47,4%)

V. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNAIR (58,6%)
2. Farmasi - UNAIR (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNAIR (49%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNAIR (57,5%)
2. Ilmu Komunikasi - UNAIR (57,4%)
3. Psikologi - UNAIR (56,4%)
4. Manajemen - UNAIR (56%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNAIR (51,1%)
6. Ilmu Hukum - UNAIR (50,7%)
7. Ilmu Administrasi Negara - UNAIR (48,5%)
8. Sastra Inggris - UNAIR (45,8%)
9. Ilmu Hubungan Internasional - UNAIR (47,9%)


VI. UNIVERSITAS PADJAJARAN (UNPAD)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNPAD (58%)
2. Farmasi - UNPAD (51,5%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNPAD (47,8%)
4. Psikologi - UNPAD (47,7%)
5. Statistika - UNPAD (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNPAD (61,2%)
2. Ilmu Komunikasi - UNPAD (59,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UNPAD (58,1%)
4. Manajemen - UNPAD (55,1%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNPAD (54,2%)
6. Ilmu Administrasi Niaga - UNPAD (52,2%)
7. Ilmu Hukum - UNPAD (51,4%)
8. Ilmu Administrasi Negara - UNPAD (47,4%)
9. Sastra Inggris - UNPAD (46%)
10. Ilmu Pemerintahan - UNPAD (43%)

VII. UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNDIP (57,5%)
2. Teknik Elektro - UNDIP (54,1%)
3. Teknik Industri - UNDIP (52,9%)
4. Arsitektur - UNDIP (49,2%)
5. Teknik Mesin - UNDIP (47,8%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNDIP (55,2%)
2. Ilmu Komunikasi - UNDIP (51,6%)
3. Manajemen - UNDIP (51,5%)
4. Ilmu Hukum - UNDIP (48,8%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNDIP (48,3%)
6. Ekonomi Pembangunan - UNDIP (44%)
7. Ilmu Administrasi Niaga - UNDIP (43%)

VIII. UNIVERSITAS SRIWIJAYA (UNSRI)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNSRI (56,5%)

2. Teknik Informatika - UNSRI (52,2%)

3. Pendidikan Dokter Gigi - UNSRI (50,1%)



JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNSRI (53,7%)
2. Ilmu Hukum - UNSRI (50,7%)
3. Pend. B. Inggris - UNSRI (50,2%)

IX. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UB (55,1%)
2. Teknik Elektro - UB (52,9%)
3. Arsitektur - UB (47,1%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UB (57,3%)
2. Manajemen - UB (54,5%)
3. Ilmu Administrasi Publik - UB (49,3%)
4. Ilmu Hukum - UB (48,3%)
5. Ilmu Administrasi Bisinis - UB (44,7%)
6. Ekonomi Pembangunan - UB (43,1%)
7. Sastra Inggris - UB (42,3%)

X. UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - USU (55,1%)

2. Farmasi - USU (53,2%)

3.Pendidikan Dokter Gigi - USU (50,3%)


JURUSAN IPS

1. Manajemen - USU (53,1%)
2. Ekonomi Pembangunan - USU (52,5%)
3. Ilmu Hukum - USU (51,2%)
4. Sastra Inggris - USU (50,6%)
5. Akuntansi - USU (50,5%)
6. Ilmu Administrasi Negara - USU (50,2%)

XI. UNIVERSITAS ANDALAS

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNAND (54,6%)


2. Farmsi - UNAND (51,4%)


JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNAND (53,9%)


2. Ilmu Hubungan Internasional - UNAND (52,2%)


3. Manajemen - UNAND (50,4%)


XII. UNIVERSITAS HASANUDIN (UNHAS)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNHAS (55,7%)
2. Farmasi - UNHAS (53,8%)

3. Pendidikan Dokter Gigi - UNHAS (50,6%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNHAS (52,6%)
2. Manajemen - UNHAS (52,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UNHAS (51%)
4. Sastra Inggris - UNHAS (50,6%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNHAS (50,2%)
6. Ilmu Hukum - UNHAS (50%)


XIII. UNIVERSITAS UDAYANA

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNUD (52,5%)

JURUSAN IPS

1. Manajemen - UNUD (48,2%)
2. Akuntansi - UNUD (45,9%)

XIV. UNIVERSITAS 11 MARET SOLO

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNS (57,2%)

2. Farmasi - UNS (56,4%)


JURUSAN IPS

1. Manajemen - UNS (54,9%)
2. Manajemen - Univ. 11 Maret Solo (53,9%)
3. Akuntansi - Univ. 11 Maret Solo (54,9%)
4. Desain Komunikasi Visual - Univ. 11 Maret Solo (55,7%)
5. Ilmu Administrasi Negara - Univ. 11 Maret Solo (53,5%)


XV. UNIVERSITAS LAMPUNG (UNILA)

JURUSAN IPS

1. Ilmu Komunikasi - UNILA (47,7%)
2. Ekonomi Pembangunan - UNILA (46,1%)
3. Ilmu Administrasi Niaga - UNILA (42,6%)

PASSING GRADE (DIBAWAH 50%) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA

I. INSTITUTE TEKNOLOGI SURABAYA (ITS)

JURUSAN IPA

1. Arsitektur - ITS (42.77%)
2. Biologi - ITS – (31.5%)
3. Desain Produk Industri - ITS (33.22%)
4. Fisika - ITS (35.69%)
5. Kimia - ITS (34.16%)
6. Matematika - ITS (36.11%)
7. Statistika - ITS (38.91%)
8. Teknik Elektro - ITS (49.13%)
9. Teknik Fisika - ITS (40.19%)
10. Teknik Geodesi - ITS (38.16%)
11. Teknik Industri - ITS (48.22%)
12. Teknik Informatika - ITS (49.94%)
13. Teknik Kelautan - ITS (42.47%)
14. Teknik Kimia - ITS (48.80%)
15. Teknik Lingkungan - ITS (39%)
16. Teknik Material - ITS (35.16%)
17. Teknik Mesin - ITS (44.27%)
18. Teknik Perkapalan - ITS (47.36%)
19. Teknik Sipil - ITS (45.33%)
20. Teknik Sistem Perkapalan - ITS (43.47%)

II. UNIVERSITAS AIRLANGGA

JURUSAN IPA

1. Biologi - UNAIR (31.80%)
2. Farmasi - UNAIR (37.02%)
3. Fisika - UNAIR (32.22%)
4. Kedokteran Hewan - UNAIR (36.25%)
5. Kesehatan Masyarakat - UNAIR (35.69%)
6. Kimia - UNAIR (32.30%)
7. Matematika - UNAIR (33.66%)
8. Pendidikan DokteR (- UNAIR (43.81%)
9. Pendidikan DokteR (Gigi - UNAIR (37.97%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNAIR (32.28%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNAIR (46.81%)
3. Ekonomi Manajemen - UNAIR (44.40%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNAIR (42.87%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNAIR (40.31%)
6. Ilmu Hubungan Internasional - UNAIR (43.21%)
7. Ilmu Hukum - UNAIR (39.5%)
8. Ilmu Komunikasi - UNAIR (41.75%)
9. Ilmu Politik - UNAIR (34.75%)
10. Ilmu Sejarah - UNAIR (31.71%)
11. Psikologi - UNAIR (39.62%)
12. Sastra Indonesia - UNAIR (31.03%)
13. Sastra Inggris - UNAIR (31.18%)
14. Sosiologi - UNAIR (32.12%)

III. UNIVERSITAS HASSANUDIN

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNHAS (29.02%)
2. Arsitektur - UNHAS (39.16%)
3. Biologi - UNHAS (28.77%)
4. Budi Daya Perairan - UNHAS (28.30%)
6. Fisika - UNHAS (29.16%)
7. Geofisika (Meteorologi) - UNHAS (36.66%)
8. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNHAS (26.66%)
9. Ilmu Kelautan - UNHAS (33.83%)
10. Ilmu Tanah - UNHAS (29.16%)
11. Kesehatan Masyarakat - UNHAS (28.47%)
12. Kimia - UNHAS (27.77%)
13. Manajemen Hutan - UNHAS (28.05%)
14. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNHAS (27.36%)
15. Matematika - UNHAS (29.16%)
16. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNHAS (28.88%)
17. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan - UNHAS (23.88%)
20. Produksi Ternak - UNHAS (27.36%)
21. Sastra Arab - UNHAS (24.53%)
22. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNHAS (28.05%)
23. Sosial Ekonomi Peternakan - UNHAS (24.16%)
24. Statistika - UNHAS (33.38%)
25. Teknik Elektro - UNHAS (39.16%)
26. Teknik Geologi - UNHAS (34.52%)
27. Teknik Mesin - UNHAS (35.55%)
28. Teknik Perkapalan - UNHAS (39.86%)
29. Teknik Pertanian - UNHAS (31.33%)
30. Teknik Sipil - UNHAS (35.55%)
31. Teknologi Hasil Hutan - UNHAS (27.96%)
32. Teknologi Hasil Pertanian - UNHAS (34.44%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNHAS (30.31%)
2. Arkeologi - UNHAS (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi - UNHAS (43.75%)
4. Ekonomi Manajemen - UNHAS (41.18%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNHAS (35.78%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNHAS (38.75%)
7. Ilmu Hubungan Internasional - UNHAS (38.90%)
8. Ilmu Hukum - UNHAS (33.75%)
9. Ilmu Komunikasi - UNHAS (33.15%)
10. Ilmu Pemerintahan - UNHAS (33.90%)
11. Ilmu Politik - UNHAS (29.75%)
12. Ilmu Sejarah - UNHAS (28.59%)
13. Sastra Daerah - Untuk Sast.Bugis (Makasar) - UNHAS (23.90%)
14. Sastra Indonesia - UNHAS (27.18%)
15. Sastra Inggris - UNHAS (29.34%)
16. Sastra Perancis - UNHAS (28.62%)
17. Sosiologi - UNHAS (30.09%)

IV. UNIVERSITAS UDAYANA

JURUSAN IPA

1. Arsitektur - UNUD (36.52%)
2. Biologi - UNUD (28.05%)
3. Fisika - UNUD (28.5%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNUD (26.38%)
5. Kedokteran Hewan - UNUD (32.02%)
6. Kimia - UNUD (27.66%)
7. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNUD (26.52%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNUD (26.38%)
10. Produksi Ternak - UNUD (27.5%)
11. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNUD (27.36%)
12. Teknik Elektro - UNUD (39.16%)
13. Teknik Mesin - UNUD (35.36%)
14. Teknik Sipil - UNUD (33.66%)
15. Teknologi Hasil Pertanian - UNUD (29.30%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi - UNUD (27.36%)
2. Arkeologi - UNUD (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi - UNUD (37.18%)
4. Ekonomi Manajemen - UNUD (39.37%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNUD (37.03%)
6. Ilmu Hukum - UNUD (31.09%)
7. Ilmu Sejarah - UNUD (20.31%)
8. Ilmu Tanah - UNUD (27.63%)
9. Pariwisata Budaya D4 - UNUD (26.87%)
10. Sastra Daerah - Untuk Sastra Bali - UNUD (23.59%)
11. Sastra Daerah - Untuk Sastra Jawa - UNUD (22.81%)
12. Sastra Indonesia - UNUD (26.87%)
13. Sastra Inggris - UNUD (28.75%)
14. Seni Rupa Murni - UNUD (26.34%)

V. UNIVERSITAS MULAWARMAN

JURUSAN IPA

1. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNMUL (23.47%)
2. Ilmu Tanah - UNMUL (28.61%)
3. Manajemen Hutan - UNMUL (23.22%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNMUL (22.08%)
5. Pend. Biologi - UNMUL (25.41%)
6. Pend. Fisika - UNMUL (25.27%)
7. Pend. Kimia - UNMUL (24.72%)
8. Pend. Matematika - UNMUL (23.88%)
9. SosiaL Ekonomi Perikanan - UNMUL (21.66%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNMUL (28.88%)
11. Teknologi Hasil Hutan - UNMUL (26.38%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi - UNMUL (22.08%)
2. Budi Daya Perairan - UNMUL (26.36%)
3. Ekonomi Akuntansi - UNMUL (35.15%)
4. Ekonomi Manajemen - UNMUL (36.87%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNMUL (35.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNMUL (31.56%)
7. Ilmu Pemerintahan - UNMUL (34.06%)
8. Ilmu Sosiatri - UNMUL (25.59%)
9. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNMUL (25.62%)
10. Pend. Bhs. Inggris - UNMUL (29.53%)
11. Pend. Ekonomi - UNMUL (24.53%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNMUL (24.84%)

VI. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

JURUSAN IPA

1. Biologi - UNNESA (30.25%)
2. fisika - UNNESA (30.58%)
3. Ilmi Keolahragaan - UNNESA (29.64%)
4. Kimia - UNNESA (30.58%)
5. Matematika - UNNESA (30.68%)
6. Pend. Biologi - UNNESA (28.05%)
7. Pend. Fisika - UNNESA (27.01%)
8. Pend. Teknik Bangunan - UNNESA (28%)
9. Pend. Teknik Elektro - UNNESA (30.63%)
10. Pend. Teknik Mesin - UNNESA (30.15%)
11. Teknik Elektro D3 - UNNESA (28%)
12. Teknik Mesin D3 - UNNESA (29.62%)
13. Teknik Sipil D3 - UNNESA (27.62%)
14. Pend. Kimia - UNNESA (27.69%)
15. Pend. Matematika - UNNESA (27.72%)

JURUSAN IPS

1. Bahasa dan Sastra Indonesia - UNNESA (29.41%)
2. Bahasa dan Sastra Inggris - UNNESA (29.41%)
3. Bimbingan dan Konseling - UNNESA (25.75%)
4. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNNESA (28.66%)
5. Pend. Bhs. Inggris - UNNESA (31.97%)
6. Pend. Bhs. Jepang - UNNESA (29.03%)
7. Pend. Bhs. Jerman - UNNESA (29.44%)
8. Pend. Ekonomi - UNNESA (29.06%)
9. Pend. Geografi - UNNESA (30.43%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNNESA (28.19%)
11. Pend. Kepelatihan Olahraga - UNNESA (28.63%)
12. Pend. Kesejahteraan Keluarga - UNNESA (27.63%)
13. Pend. Luar Biasa - UNNESA (27.41%)
14. Pend. Luar Sekolah - UNNESA (27.63%)
15. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNNESA (29.44%)
16. Pend. Sejarah - UNNESA (29.34%)
17. Pend. Seni Drama, Tari dan Musik - UNNESA (28.97%)
18. Pend. Seni Rupa - UNNESA (28.41%)
19. Teknologi Pendidikan - UNNESA (28.69%)

VII. UNIVERSITAS NUSA CENDANA

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNDANA (21.64%)
2. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNDANA (22.47%)
3. Ilmu Tanah - UNDANA (25.36%)
4. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNDANA (22.05%)
5. Pend. Biologi - UNDANA (22.77%)
6. Pend. Fisika D3 - UNDANA (20.80%)
7. Pend. Kimia - UNDANA (22.5%)
8. Pend. Matematika - UNDANA (25.27%)
9. Pend. Teknik Bangunan - UNDANA (24%)
10. Pend. Teknik Elektro - UNDANA (26.25%)
11. Pend. Teknik Mesin - UNDANA (29.15%)
12. Produksi Ternak - UNDANA (20.55%)
13. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNDANA (23.33%)

VII. UNIVERSITAS CENDRAWASIH

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNCEN (22.08%)
2. Budi Daya Hutan - UNCEN (26.38%)
3. Pend. Biologi - UNCEN (22.77%)
4. Pend. Fisika - UNCEN (21.80%)
5. Pend. Kimia - UNCEN (22.5%)
6. Pend. Matematika - UNCEN (25.27%)
7. Produksi Ternak - UNCEN (27.77%)
8. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNCEN (22.08%)
9. Teknik Sipil - UNCEN (31.66%)
10. Teknik Sipil D3 - UNCEN (29.41%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNCEN (27.03%)
2. Bimbingan dan Konseling - UNCEN (23.91%)
3. Ekonomi Manajemen - UNCEN (35.62%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNCEN (33.75%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNCEN (30.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNCEN (26.34%)
7. Ilmu Administrasi Niaga - UNCEN (27.75%)
8. Ilmu Hukum - UNCEN (32.03%)
9. Ilmu Hukum - UNCEN (27.43%)
10. Ilmu Kesejahteraan Sosial - UNCEN (30.51%)
11. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNCEN (23.28%)
12. Pend. Bhs. Inggris - UNCEN (27.96%)
13. Pend. Bhs. Inggris - UNCEN (29.15%)
14. Pend. Ekonomi - UNCEN (24.84%)
15. Pend. Geografi - UNCEN (24.53%)
16. Pend. Geografi - UNCEN (24.53%)
17. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNCEN (23.28%)
18. Pend. Pancasila & Kewarganegaraa (PPKN) - UNCEN (24.84%)
19. Pend. Sejarah - UNCEN (25.46%)
20. Pend. Sejarah - UNCEN (26.71%)
21. Sosiologi - UNCEN (28.59%)

VIII. UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNLAN (27.36%)
2. Arsitektur - UNLAN (32.36%)
3. Budi Daya Hutan - UNLAN (27.36%)
4. Budi Daya Perairan - UNLAN (25.36%)
5. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNLAN (26.52%)
6. Ilmu Tanah - UNLAN (28.75%)
7. Manajemen Hutan - UNLAN (23.5%)
8. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan - UNLAN (23.88%)
9. Pend. Biologi - UNLAN (26.66%)
10. Pend. Kimia - UNLAN (23.47%)
11. Pend. Matematika - UNLAN (25.55%)
12. Pendidikan Dokter - UNLAN (36.80%)
13. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNLAN (23.88%)
14. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNLAN (27.5%)
15. Teknik Sipil - UNLAN (31.76%)
16. Teknologi Hasil Hutan - UNLAN (27.16%)
17. Teknologi Hasil Perikanan - UNLAN (25.25%)

JURUSAN IPS

1. Ekonomi Akuntansi - UNLAN (38.43%)
2. Ekonomi Manajemen - UNLAN (37.65%)
3. Ekonomi Pembangunan - UNLAN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara - UNLAN (28.75%)
5. Ilmu Administrasi Niaga - UNLAN (28.75%)
6. Ilmu Hukum - UNLAN (29.21%)
7. Ilmu Pemerintahan - UNLAN (33.59%)
8. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNLAM (25.93%)
9. Pend. Bhs. Inggris - UNLAN (29.15%)
10. Pend. Ekonomi - UNLAN (25.78%)
11. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNLAN (23.28%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNLAN (24.84%)
13. Pend. Sejarah - UNLAN (26.71%)

IX. UNIVERSITAS HALUOLEO

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNHALU (20.54%)
2. Budi Daya Perairan - UNHALU (23.19%)
3. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNHALU (21.47%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNHALU (21.05%)
5. Pend. Biologi - UNHALU (21.77%)
6. Pend. Fisika - UNHALU (21.80%)
7. Pend. Kimia - UNHALU (22.5%)
8. Pend. Matematika - UNHALU (23.88%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNHALU (22.38%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNHALU (22.08%)
11. Teknik Elektro D3 - UNHALU (26%)
12. Teknik Mesin D3 - UNHALU (28.62%)
13. Teknik Sipil D3 - UNHALU (26.62%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNHALU (25.71%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNHALU (33.15%)
3. Ekonomi Manajemen - UNHALU (32.53%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNHALU (31.03%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNHALU (25.34%)
6. Ilmu Komunikasi - UNHALU (32.21%)
7. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNHALU (23.28%)
8. Pend. Bhs. Inggris - UNHALU (27.96%)
9. Pend. Ekonomi - UNHALU (23.84%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNHALU (23.28%)
11. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNHALU (23.84%)
12. Pend. Sejarah - UNHALU (24.46%)
13. Psikologi Pendidikan - UNHALU (?)
14. Sosiologi - UNHALU (27.59%)

X. UNIVERSITAS SAM RATULANGI

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNSRAT (27.5%)
2. Arsitektur - UNSRAT (32.36%)
3. Budi Daya Perairan - UNSRAT (24.36%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNSRAT (26.52%)
5. Ilmu Kelautan - UNSRAT (31.30%)
6. Ilmu Tanah - UNSRAT (27.5%)
7. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNSRAT (23.05%)
8. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNSRAT (27.5%)
9. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan - UNSRAT (23.75%)
10. Pendidikan Dokter - UNSRAT (37.80%)
11. Produksi Ternak - UNSRAT (23.88%)
12. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNSRAT (27.5%)
13. Sosial Ekonomi Peternakan - UNSRAT (24.72%)
14. Teknik Elektro - UNSRAT (39.02%)
15. Teknik Mesin - UNSRAT (33.33%)
16. Teknik Pertanian - UNSRAT (28.61%)
17. Teknik Sipil - UNSRAT (32.66%)
18. Teknologi Hasil Perikanan - UNSRAT (24.25%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNSRAT (26.71%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNSRAT (37.5%)
3. Ekonomi Manajemen - UNSRAT (37.65%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNSRAT (34.53%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNSRAT (30.31%)
6. Ilmu Administrasi Niaga - UNSRAT (29.53%)
7. Ilmu Hukum - UNSRAT (33.59%)
8. Ilmu Komunikasi - UNSRAT (33.15%)
9. Ilmu Pemerintahan - UNSRAT (34.06%)
10. Ilmu Politik - UNSRAT (27.40%)
11. Ilmu Sejarah - UNSRAT (27.03%)
12. Sastra Indonesia - UNSRAT (25.62%)
13. Sastra Jepang - UNSRAT (27.66%)
14. Sastra Jerman - UNSRAT (27.53%)
15. Sosiologi - UNSRAT (29.21%)
Ucapan terima kasih saya sampaikan untuk seluruh laman yang saya pakai dari berbagai sumber.
Bravo SMANAWA