Thursday, December 29, 2011

Alangkah indahnya bila SMA 9 Malang bisa e-learning

Hari ini aku punya keinginan yang mungkin agak muluk...
aku pengen punya "tablet" !!!!!!!!
buat apa ?
Era pendidikan paperless (tanpa kertas) ternyata datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Menggunakan tablet untuk menggantikan buku pelajaran mulai dilakukan oleh berbagai kampus dan sekolah.

Sejak awal 2010,Seton Hill University,George Fox University, dan Abilene Christian University di Amerika Serikat memberikan iPad gratis kepada ribuan mahasiswanya dengan harapan dapat merevolusi dunia pendidikan. Mereka bereksperimen bagaimana tablet dapat mengubah pembelajaran dalam kelas.Tidak ada lagi kertas maupun buku teks tradisional yang tebal dan berat-berat itu.

Semua dokumen disimpan di tablet dan cloud. ”Textbook yang dibawabawa siswa di tas ransel mereka adalah masa lalu,”ujar Mary Ann Gawelek,VP academic Affairs di Seton Hill.iPad menjadi mobile learning device, alat pembelajaran yang bisa dibawa-bawa oleh mahasiswa ke mana saja.

Murid akan memadunya dengan laptop yang mungkin digunakan untuk melakukan tugas-tugas produktif seperti membuat makalah. ”Kami berharap bisa menyediakan lingkungan belajar yang lebih baik.Antara lain menyediakan berbagai bukubuku diktat digital (e-book) yang harganya jauh lebih murah,”katanya.

Setelah memiliki tablet, siswa bisa mengakses 10.000 judul e-textbook lewat perusahaan bernama CourseSmart. Sistemnya tidak beli melainkan sewa.Mereka membayar jumlah tertentu untuk bisa membaca buku tersebut dalam waktu terbatas,misalnya 3 bulan atau satu semester. Tak hanya di lingkungan kampus,awal tahun ini sekolah-sekolah di Amerika kini mulai mengganti buku pelajaran untuk siswa dengan iPad.

Contohnya adalah SMA Brookfield di Hartford dan SMA Burlington di Boston. Menurut catatan Apple, setidaknya ada 600 sekolah yang kini memiliki program yang disebut one-to-one. Artinya dalam satu sekolah setidaknya ada satu kelas yang seluruh siswanya menggunakan iPad selama proses belajar mengajar berlangsung.

Kepala Sekolah Burlington High Patrick Larkin mengatakan bahwa investasi sebesar Rp4,7 juta untuk sebuah iPad adalah bentuk investasi jangka panjang. Maksudnya,siswa tidak perlu lagi membeli buku diktat yang jumlahnya banyak dan mahal.Ternyata jumlah pengeluaran setiap siswa Burlington High per tahunnya untuk membeli buku diktat hampir sama dengan harga sebuah iPad.

Dan,bukan berarti proses pembelajaran akan meniadakan buku diktat sama sekali. Buku-buku tersebut tetap digunakan sebagai pendamping, utamanya judul-judul yang belum tersedia versi elektronik atau digitalnya. Para pendidik di Amerika juga menganggap komputer tablet memberikan kesempatan luar biasa bagi siswa dalam belajar.

Misalnya menggunakan program interaktif untuk memecahkan soal matematika. Siswa juga bisa langsung mengirim pekerjaan rumah dan tugas ke gurunya.Atau melihat langsung video soal kejadian-kejadian penting dalam sejarah untuk mempermudah pemahaman. Ternyata,era baru pendidikan paperless ini sampai juga di Indonesia.Ini yang terjadi di Universitas Krida Wacana (Ukrida) Jakarta.

Sejak pertengahan Desember silam,mahasiswa tidak lagi membawa buku,namun menenteng-nenteng tablet ramping Motorola Xoom ke dalam kelas. Tablet dengan sistem operasi Android 3.2 Honeycomb itu menjadi satu-satunya perangkat untuk mengakses semua materi kuliah di universitas tersebut.Melalui inisiatif E-Learning ini,Ukrida menjadi salah satu institusi pendidikan lanjutan pertama yang merintis pendidikan tanpa kertas.

Tujuan program ini adalah menggunakan Motorola Xoom sebagai perangkat utama interaksi antara staf akademis dan para mahasiswa,serta memprioritaskannya melebihi komputer pribadi. Para mahasiswa dan dosen akan menggunakan Motorola Xoom untuk tugas-tugas yang biasanya menggunakan komputer seperti mengirim surel, menjelajahi internet,membuat atau mengedit dokumen, spreadsheet atau presentasi, serta untuk evaluasi ujian.

Ke depannya,bahkan Xoom akan digunakan dalam seluruh proses belajar mengajar di Ukrida. “Kami ingin menciptakan konsep belajar baru,yang dikenal dengan E-Learning,” ujar Rektor Ukrida Aristarchus Sukarto.

”Pada masa depan, mahasiswa tidak perlu lagi membeli buku pelajaran, atau bekerja melalui komputer, cukup dengan mengunduh semua materi ke dalam tablet mereka,”tambahnya.
trus apa gak mungkin di SMA Negeri 9 Malang mencontoh yang terbaik?
hahahahahahhaahahaa

Wednesday, December 7, 2011

UAS SMAN 9 HARI KE 4

Pagi hari ini UAS di SMAN 9 berlangsung kurang siap
diantaranya adalah:
  1. kunci belum dimasukkan dalam map sehingga siswa peserta dan pengawas tidak bisa masuk ruang uji.
  2. banyak pengawas berhalangan
  3. ljk ada yang belum dimasukkan ke map
semoga ini bisa jadi masukan untuk pelaksanaan kegiatan ulangan/ ujian yang akan dilaksanakan mendatang

Monday, December 5, 2011

TPP

TPP Cair, Guru Dapat Rp9 Juta
Tuesday, 06 December 2011 (harian seputar Indonesia)
SURABAYA – Kabar gembira untuk guru-guru di Jawa Timur. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menginformasikan tunjangan profesi pendidik (TPP) akan cair 15 Desember 2011.


Kepastian ini diperoleh dari informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dengan kabar ini,Dindik diminta menyosialisasikan kepada seluruh guru yang sudah melakukan sertifikasi. Dana yang cair tiap enam bulan akan segera dinikmati. ”Mudah-mudahan pencairan tidak sampai 15 Desember. Semua sudah siap secara keseluruhan,” kata Kepala Bidang Ketenagaan Dindik Jatim Nur Srimastutik,kemarin.

Dindik telah memproses pencairan TPP.Mereka sedang menyempurnakan administrasi di masing-masing penerima, misalnya penyesuaian golongan. Tunjangan yang diserahkan rapel enam bulan sekali itu besarannya sesuai golongan. Rata- rata guru akan menerima uang Rp9 juta bahkan ada yang Rp20 juta. Pencairan kali ini merupakan priode Juli-Desember, sedangkan periode pertama sudah dicairkan sesuai ketentuan. ”Kami berharap guru-guru bisa bersabar dulu, nanti pasti akan ditransfer melalui rekening masing-masing,”ujarnya.

Meski pemerintah siap mencairkan TPP,namun masih banyak guru belum menerima. Data sementara, jumlah guru yang belum menerima mencapai 100 orang. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena guru-guru tersebut sudah masuk sertifikasi 2010.Para guru tersebut rata-rata guru TK dan PAUD. Kabid Ketenagaan Dindik Surabaya Yusuf Masruh mengakui masih banyak guru yang belum menerima TPP meski sudah memiliki SK.Mereka adalah peserta sertifikasi 2009 dan 2010. ”Ini hanya masalah administrasi. Barangkali SK dari pusat kancrit.Rata-rata memang guru PAUD dan TK. Administrasi setelah Dirjen Pendidikan Usia dini dipisah berpengaruh pada administrasi,”katanya.

Pemisahan administrasi antara guru TK dan PAUD membuat semua bingung,bukan hanya Surabaya. Dia mengungkapkan, idealnya bidang yang menangani TK dan PAUD menjadi satu supaya bisa mengontrol keberadaan kedua pendidikan non formal itu. Plt Kepala Dindik Surabaya M Taswin mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait proses pencairan dana TPP.

Pasalnya sampai saat ini belum menerima laporan dari Dindik Jatim. ”Belum tahu kapan cairnya, kita belum mendapat laporan dari provinsi,”ucapnya. arief ardliyanto

Sunday, November 27, 2011

pergantian email

email pak budi yang semula
smanawa1@yahoo.com
sekarang berubah menjadi
smanawasatu@yahoo.com
demikian untuk menjadi maklum adanya

Monday, November 21, 2011

kesalahan pada banner PGRI


Hari ini saya bermaksud mencari tema hari Guru tahun 2011,
oleh teman disarankan nyari di www.pgri.co.id
setelah ketemu alamat tersebut......Alamaaaaak..
iseng iseng ngebaca sesuatu "dibannernya" ternyata tulisan singkatan PGRInya aneh...
jadi Persatuan Guru Repulik Indonesia
sejak kapan negeri ini dari kata Republik ke Repulik?

tema hari KORPRI tahun 2011

dengan Netralitas dan Profesionalitas, KORPRI mendukung reformasi birokrasi dalam rangka optimalisasi pelayanan publik.

sumber
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4941&Itemid=55
semoga tidak hanya slogan saja........

Friday, November 4, 2011

CIPTA SMANAWA

SMANAWA SMANAWA SMANAWA
SMITA ACITYA NALAR WAGADI
MERUPAKAN DASAR SISWA DALAM HIDUP DAN BELAJAR
TUK MENJADI MANUSIA SEMPURNA
DENGAN DASAR IMAN TAQWA PADA TUHAN YANG MAHA ESA
TUNTUT ILMU DENGAN SUNGGUH
KITA SONGSONG MASA DEPAN
DEMI KEJAYAAN BANGSA NEGARA